Seputar Tempat Makan dan Nongkrong di Bandung

Berkunjung ke Bandung kiranya belumlah lengkap apabila belum berwisata kuliner dan berwisata belanja di seputaran kota Bandung yang nyaman dan asri. Walaupun diakui bahwa efek pemanasan global sudah terasa memanaskan kota Bandung yang tadinya sejuk nyaman dan berkabut setiap pagi, serta gempuran modernisasi dan pembangunan telah mengganti wajah bangunan tua dari Bandoeng Tempo Doeloe, namun di waktu-waktu tertentu kesejukan Bandung, tempat makan yang enak, dan sudut-sudut kota tua yang unik masih dapat dinikmati oleh pengunjung dan pecinta kota Bandung.

Dari restoran mewah, kafe yang nyaman, warung makan yang murah, semua dapat ditemukan di Bandung. Dari harga yang mahal untuk jamuan mewah, atau harga yang murah untuk sekedar nongkrong mengisi perut semua lengkap di Bandung. Makanan khas Bandung seperti Batagor dan kue-kue lain juga tetap merupakan favorit sebagai oleh-oleh dari kota Bandung dan menjadikan sebuah kunjungan ke Bandung menjadi tidak lengkap tanpa membawa buah tangan Batagor yang harum gurih serta Brownies kukus yang manis dan legit.

Berikut adalah daftar restoran, kafe, dan warung tenda, tempat makan bakso yang layak dikunjungi dan jangan sampai terlewatkan untuk melengkapi daftar kunjungan Anda ke Bandung. Mulai dari kawasan yang sejuk di daerah Setiabudi sampai dengan deretan warung tenda di Cikapundung. Walaupun mungkin tidak mewakili seluruh tempat makan yang dapat dikunjungi, setidaknya tempat-tempat berikut sudah tervalidasi khususnya oleh saya sendiri sebagai penulis yang hobi makan.


Yuk kita mulai wisata makan kita dari wilayah atas Setiabudi.

The Peak : Tempat yang nyaman dan bagus untuk menikmati pemandangan dan bersantai dengan hawa yang sejuk. Tempat ini cukup membutuhkan waktu untuk mencapainya dari pusat kota Bandung, jangan jadikan tempat ini untuk sekedar mengisi waktu makan siang dari kantor. Makanan yang disediakan tidak terlalu istimewa alias standar, namun cukup enak.

Kampung Daun
: Disarankan mengunjungi tempat ini pada waktu sore atau malam, karena suasana yang ditawarkan akan lebih terasa nyaman dan indah di sore hari atau malam hari. Makanan cukup enak namun tidak terlalu istimewa. Tempatnya nyaman danunik, dirancang untuk bersantai dan menikmati suasana dengan tempat duduk yang nyaman.

Balcony : sebuah resto di kompleks bangunan Hotel Bilique dan Fame Station di Jalan Sersan Bajuri. Mereka memiliki pilihan menu untuk masakan Canton yang lezat, dan tempat makan pribadi. Disetiap meja makan terdapat dalam sebuah Cubicle, jadi terasa lebih nyaman.

Bergerak turun dari perbukitan, masih di wilayah Setiabudi kita bisa berkunjung ke tempat makan di bawah ini:

House du Chocolait : atau House de Chocolate, or something like that deh. Berada di kompleks Apartment Setiabudi, dan semua tentang coklat dapat ditemukan disini. Bila Anda pecinta coklat atau ingin menaikkan badan secara instan, dapat Anda lakukan dan memuaskan hasrat Anda disini.

Daeng Tata: Belum lama dibuka di Bandung. Oke, ini memang makanan khas Makassar, tapi nikmat sekali menikmati Sop Konro panas, atau Iga Bakar yang gurih sehabis hujan yang dingin di Bandung.

Suis Butcher : Uh yang ini jangan sampai dilewatkan. Steak House ini tidak mewah tapi tidak boleh Anda abaikan. Haram hukumnya bila ke Bandung tidak mengunjungi rumah makan ini. Harganya sangat terjangkau, Daging steaknya empuk dan juicy. Sayuran pelengkapnya segar dan sausnya istimewa. Menunya cukup beragam. Makanan penutup dan anggur juga tersedia. Letaknya di jalan Setiabudi, dibawah perempatan Gegerkalong sedikit. Bersantai dengan teman atau dengan keluarga adalah pilihan yang tepat diSteak House ini.

Tjwie Mie Malang : Saya tidak tahu apakah Tjwie Mie Malang ini memang cabang dari Resto dari kota Malang. Yang jelas resto ini menambah khazanah tempat makan di Bandung. Silakan cicipi sendiri untuk membuktikan kalau masakan dan mie disini sangat tongue-friendly. Lokasi masih di jalan Setiabudi, dibawahnya kantor Telkom, seberangnya BCA.

Ikan Bakar Cianjur : Entah memang berasal dari Cianjur atau bukan, yang jelas ikan bakarnya enak. Masih di setiabudi, dibawahnya Mess Angkatan laut. Disitu juga terdapat toko souvenir yg menjual macam2 barang. Terpajang di resto tersebut beberapa koleksi pedang-pedang antik dan baju-baju zirah Eropa.

Ikan Bakar Pa Chi Met : Mau makan ikan bakar? Ini tempat yang tepat. Pesan gurame bakarnya. Exquisite! Ikan lainnya pun mengundang selera. Jangan lupa ada tumis daun pucuk waluh atau labu dalam bahasa Indonesia yang segar dan menambah nikmatnya nasi hangat mengepul dan ikan bakar lezat disana.

Turun dari Setiabudi kita dapat berkunjung ke resto sebagai berikut:

Tomodachi : Lokasinya di jalan Sukajadi. Berbagai masakan mancanegara, terutama masakan Eropa juga. Perlu dicatat disini bahwa Salmonnya lezat.

Ayam Goreng Suharti : Siapa tidak kenal ayam goreng renyah nikat ini. Pengunjung kota Bandung yang merindukan makan ayam goreng Suharti dapat menemukan lokasinya di jalan Cipaganti, tak jauh dari Puri Cipaganti. Tentu saja khas ayam goreng Suharti ini adalah keremesnya. Kesimpulan: Crunchy and Delicious!

Ayam Goreng Dahapati : Ini tempat makan yang sederhana. Lokasinya masih di jalan Cipaganti, seberang pom bensin Cipaganti. tempatnya tidak terlalu besar. Cuma satu kata tentang ayam goreng ini : sambalnya nikmat. Ada juga gado-gado yang segar dengan bumbu yang manis dan legit.

Bumbu Desa
: Salah satu resto ini terdapat di jalan Pasir Kaliki. Makanan Sunda yang nikmat lezat dan sehat. Lalapan sayur mentah janganlah dilewatkan. Rasanya? Jangan tanya, enak tentu saja. Tempatnya selalu ramai dan penuh sih. Tapi hal ini janganlah sampai mengganggu para pecinta wisata kuliner untuk mengurungkan niat menikmati masakan Sunda di Bandung!.

Sambara : Resto khas makanan Sunda yang tergolong anyar di Bandung. Terletak di Jalan Trunojoyo tidak terlalu jauh dari la\angan Gasibu. Rasanya lezat, sambalnya nikmat. Semur jengkol dan petai goreng, rebus, atau bakar janganlah lupa Anda pesan.

Gudeg Banda : Jangan tertipu dengan namanya, karena yang namanya gudeg memang makanan khas Yogya. Resto ini terletak di jalan Banda. Menurut beberapa orang, tempat ini berbahaya didekati bila sedang menjalankan puasa. Nasi Gudeg, krecek, ayam yang gurih, ada disini. Cukup mengobati pecinta gudeg yang tidak sempat pergi ke Yogya.

O ya bilangan daerah Dago atau Jalan Ir. H. Djuanda sampai dengan wilayah Dago Atas adalah tempat yang punya banyak sekali restoran, kafe, warung tenda. Sagala aya kalau orang Sunda bilang.

Restoran yang terkenal di Dago atas adalah sebagai berikut:

The View : makanan Eropa dan beberapa makanan mancanegara lainnya. Suasana dan pemandangan indah ke arah kota Bandung lebih mendominasi daripada rasa masakannya. Karena kalau pilihan menu dan makanan boleh dibilang standar. Layak dinikmati untuk bersantai dan menjauh dari keriuhan kota.

The Valley: Sup Zupa-zupa yang hangat dan lezat lebih terasa nikmat di restoran ini karena udara perbukitan yang sejuk. Malam hari pemandangan ke Bandung terasa sangat romantis oleh kerlap-kerlip lampu yang bagaikan titik-titik cahaya dan warna-warna beraneka yang bertaburan bagai bintang. Makanan cukup bervariasi dari makanan Jepang, Eropa, sampai dengan Sup Konro Makassar.

Sierra : Masih seputaran steak dan makanan Eropa. Rasanya lumayan lezat. Seperti halnya restoran di perbukitan, yang menjadi andalan adalah suasana nyaman, tenang dan pemandangan yang indah kota Bandung.

Nah di untuk daerah Dago bawah, bila ingin menikmati suasana santai dengan harga terjangkau banyak sekali pilihan. Beberapa tempat favorit yang dapat dikunjungi antara lain :

Toko You : Tempatnya di jalan Hasannudin sebelah RS Boromeus. Namanya Toko, tapi disana adalah tempat makan yang cozy dengan bangku-bangku dan meja tua, lampu cempor atau lampu minyak dan pelita kecil berorama minyak sereh atau lemon grass dalam bahasa orang Barat sana. Ada juga salon kecil disana dan penjualan makanan ringan di ruang kasir. Uniknya di salah satu tiang tempat makan seringkali tergantung kantung-kantung plastik yang rimbun berisi kerupuk Bondon atau Gurilem pedas yang merangsang selera. Kerupuk ini yang merupakan kerupuk murah meriah lezat yang hanya dapat diperoleh di Bandung. Makanan disini yagunik adalah Sup Asam Pedas dan Cap To yang panas dan sedap. Jangan lupa baso gorengnya sangat mengundang selera.

Gado-gado Tengku Angkasa : Satu kata saja. Enak. Bukan orang Bandung bila tidak tahu dan tidak bias menunjukkan kepada pengunjung tempat gado-gado yang terkenal kelezatannya ini. Porsinya? Mengenyangkan. Sayurnya segar dan renyah. Bumbunya legit dan sedap. Keseluruhannya merupakan makanan sehat nikmat yang jangan sampai terlewatkan.

Bila Anda ingin sea food, jangan khawatir mengingat Bandung adalah kota di pegunungan. Resto Sea Food Pasanggrahan di Jalan Karapitan menjanjikan makanan laut yang segar dan dimasak dengan cepat. Kepiting soka tanpa kulit, kepiting telur yang gemuk bumbu padang, udang jari hidup rebus, cumi goreng yang renyah, merupakan pilihan yang nikmat untuk Anda yang menyukai makanan laut.

Kangen dengan sup Kambing? Atau ingin menikmati sup Kambing di kesegaran udara dingin Bandung pada malam hari? Di Jalan Cikapundung dekat Jalan Asia Afrika tepat di depan Gedung PLN terdapat deretan warung tenda yang komplit dengan segala macam pilihan masakan. Sup Kambing Pak Kumis (entah kenapa dimana-mana namanya Pak Kumis) terdapat disana.

Adapun penikmat sate dapat mampir ke Sate M Haris di sebelah gedung BBU Jl.Asia Afrika. Sate kambing muda yang mendesis diatas hot plate sungguh menggugah selera. Sate dengan lemak atau tanpa lemak dapat menjadi pilihan Anda. Tak lupa pesanlah gule kambing yang berkuah kuning keemasan, harum, dan lezat sebagai pelengkap santapan Anda.

Bila ingin menikmati suasana Bandoeng Tempo Doeloe tempat makan di jalan Braga yang legendaris adalah pilihan yang tepat. Braga Permai menawarkan hidangan yang nikmat di lidah. Beberapa menu yang khas dapat Anda temukan disana. Jaman dulu tempat ini bernama Maison Bogerijn. Tak jauh dari sana ada Toko Kue Sumber Hidangan yang menjual kue-kue home made tempo dulu yang lezat.

Masih suasana Bandoeng Tempo Dulu, es krim di PD Rasa Jalan Lembong janganlah diabaikan. Es krim dengan cita rasa home made, lengkap dengan pilihan wafel yang lembut serta buah-buahan yang segar menambah kelezatannya. Tidak hanya ada es krim di PD Rasa, masakan lain dan kue-kue misalnya Pofertjes hangat bertabur gula putih pun dapat dinikmati disini.

Ingin lesehan dan menikmati suasana pasar kaget? Datanglah ke Lapangan Gasibu pada waktu pagi hari di hari Minggu. Suasananya sangat sangat ramai. Asyik sekali dapat bercampur baur dengan orang-orang dari berbagai kalangan masyarakat. Yang sekedar jalan-jalan, makan ataupun belanja di pasar murah dan kaget ini juga banyak. Kegiatan lari pagi dan olah raganya sih malah terkesampingkan. Makanan aneka rupa dijajakan disini. Sate Jebred, Bubur Ayam, Lontong Kari, Nasi Campur, Semur Jengkol, Gulai Tutut (sejenis siput yang hidup di sawah atau kolam). Buntil daun singkong, daun pepaya, ataupun daun talas ada disini. Ikan asin dan sambal terasi yang ‘nendang’ juga janganlah dilupakan.

( sumber : www.bandung-flasher.com )

0 komentar:

Poskan Komentar